Panduan Lengkap Wisata di Bogor dan Sekitarnya
er: Ins
Kota terbesar ke-14 di Indonesia ini memang punya berbagai
tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Belum lagi destinasi-destinasi di
kawasan kabupatennya termasuk Puncak, Sentul, Parung, dll.
Kota yang dulunya dikenal sebagai Buitenzorg ini juga
terkenal akan kuliner-kulinernya yang khas dan sedap di lidah. Udara di
daerah-daerah tertentu pun masih sejuk dan cocok untuk melepas kepenatan.
Hmm… jadi makin semangat kan pengen ke tempat wisata di
Bogor dan sekitarnya? Eh, tapi sebelumnya, simak dulu informasi di bawah ini
biar kamu tahu apa aja yang perlu disiapkan sebelum berangkat.
1.
Mengenal Kota Bogor
Letak Geografis
Kota Bogor terletak sekitar 59 km di
selatan Ibukota Negara Indonesia, Jakarta. Jarak ini bisa ditempuh sekitar 1,5
sampai 2,5 jam perjalanan dengan Kereta Rel Listrik (KRL), bus, atau kendaraan
pribadi. Nggak terlalu lama, ya? Tak heran kalau banyak warga ibukota yang
melarikan diri ke tempat wisata di Bogor dan sekitarnya tiap akhir pekan dan
saat liburan.
Sementara itu, Kabupaten Bogor terletak
mengelilingi Kota Bogor. Luas areanya sangat besar, yakni mencapai 2 ribu km2 lebih.
Kecamatannya saja ada 40 dengan ketinggian bervariasi, dari dataran rendah,
menengah, sampai tinggi. Tak heran kalau kabupaten ini punya destinasi wisata
yang sangat beragam.
Iklim dan Cuaca
Letaknya yang ada di kaki Gunung Salak dan
Gunung Gede membuat Kota Bogor sangat kaya akan hujan orografi atau pegunungan.
Persentase turun hujan di kota ini bahkan mencapai 70% dalam setahun.
Di musim kemarau pun, hujan kadang masih
turun. Tak heran julukan Kota Hujan sangat lekat dengannya. Biasanya, puncak
musim hujan terjadi pada bulan Desember dan Januari.
Udaranya sendiri cukup sejuk dengan
rata-rata temperatur per bulannya sebesar 26 °C. Namun, kelembabannya
mencapai 70% sehingga membuat kita mudah gerah dan berkeringat, terutama
menjelang hujan turun.
Sementara itu di Kabupaten Bogor, suhu
udaranya lebih bervariasi karena ketinggian tempatnya berbeda-beda. Untuk
daerah Puncak atau dataran tinggi lainnya, udara akan terasa lebih sejuk.
Budaya Menarik
Mengunjungi tempat wisata di Bogor dan
sekitarnya tak lengkap rasanya kalau tak sekaligus mengenal budayanya.
Kabupaten dan Kota Bogor sendiri memiliki beberapa kebudayaan unik yang jarang
dijumpai di tempat lain.
Ngumbah Tugu Kujang
Salah satu budaya unik ini adalah
tradisi Ngumbah (mencuci) Tugu Kujang yang
dilakukan tiap memperingati Hari Ulang Tahun Kota Bogor yang jatuh pada 3 Juni.
Tradisi ini sudah dijalankan sejak tahun
1990. Biasanya, sekitar 30 orang peserta dari berbagai kalangan akan menginap
dan mendirikan tenda di sekitar area Tugu Kujang.
Kenapa menginap? Karena dibutuhkan waktu
sekitar 5 hari untuk mencuci, menghilangkan lumut, sampai mengecat ulang tugu
setinggi 26 meter tersebut.
Istana untuk Rakyat (Istura)
Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bogor
juga dimeriahkan dengan event Istura. Seperti namanya, di event ini Istana
Kepresidenan Bogor akan dibuka untuk umum.
Tak hanya bisa mengagumi megahnya Istana,
kamu bisa mengunjungi Museum Kepresidenan RI di Balai Kirti untuk tahu lebih
dalam tentang para presiden kita.
Meski hari ulang tahunnya sendiri jatuh di
3 Juni, jadwal pelaksanaan Ngumbah Tugu Kujang dan Istura bisa berbeda tiap
tahunnya. Namun biasanya, tak jauh-jauh di kisaran bulan Mei – Juli.
2.
Transportasi Menuju ke Kota Bogor
Ada banyak cara yang bisa kamu tempuh
untuk menuju ke Kabupaten dan Kota Bogor. Baik dengan menggunakan kendaraan
pribadi maupun umum seperti yang akan kita bahas berikut ini.
Kendaraan Pribadi
Cara termudah untuk pergi ke kota yang
pernah menjadi pusat Kerajaan Pajajaran ini adalah menggunakan kendaraan
pribadi. Apalagi kalau lokasi awalmu memang tak terlalu jauh dari sana.
Kalau lewat tol Jagorawi, Jakarta –
Bogor dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 – 1,5 jam. Tapi di akhir pekan dan
hari libur, macet parah bisa terjadi sehingga perjalanan bisa memakan waktu
hingga 3 jam.
Sementara itu, Bandung –
Bogor bisa ditempuh melalui 3 rute, yakni Puncak, Cikampek, dan Jonggol. Jarak
yang ditempuh via Puncak memang lebih pendek, namun jalannya cukup berkelak-kelok.
Jalur Cikampek sering dipilih karena di
sepanjang jalan banyak petunjuk yang akan memudahkan perjalanan. Jonggol
sendiri bisa jadi pilihan karena cukup sepi sehingga lebih aman bagi pengendara
motor.
Kalau bawa mobil, kamu bisa lewat tol Cipularang
– Cikunir – Jagorawi. Perjalanan yang biasanya memakan waktu hingga 4 jam lebih
bisa dipangkas menjadi sekitar 3 jam saja dengan tol ini.
Bus
Kalau tak ada mobil atau motor, kamu bisa
pergi ke sana naik bus. Sudah banyak trayek langsung untuk menuju ke sini.
Mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya,
Semarang, sampai bus lintas Sumatera.
Harga tiketnya beragam tergantung bus yang
dinaiki dan jarak yang ditempuh. Untuk Angkutan Perbatasan Terintegrasi
Bus Trans Jakarta (APTB) dari Jakarta ke Bogor tahun 2017, tarifnya Rp16.000.
Kalau dari Bandung, kamu bisa naik bus MGI
atau Bela Utama yang melewati tol Cipularang. Keduanya diberangkatkan dari
Terminal Leuwi Panjang Bandung menuju Terminal Baranangsiang Bogor dengan tarif
Rp70.000.
Baranangsiang sendiri merupakan terminal
bus utama Bogor yang terletak di tengah kota. Namun, tak semua bus berhenti di
sini. Ada juga yang memberhentikan penumpangnya di Terminal Bubulak,
Ciawi, atau Tajur.
KRL dan Kereta Api
Ada lagi cara mudah menuju ke Kota Hujan
bagi yang nggak punya kendaraan pribadi, yakni naik KRL Commuter Line.
KRL melayani rute perjalanan
dari daerah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).
Kalau kamu naik kereta dari luar
Jadetabek, turun dulu di Jakarta di Stasiun Senen, Gambir, atau Jatinegara.
Baru beli tiket lagi untuk naik KRL menuju Stasiun Bogor dengan harga sekitar
Rp6.000.
Selain KRL, ada Kereta Api Pangrango bagi
kamu yang datang dari Sukabumi. Kereta ini melayani 3 kali perjalanan
putar-balik Sukabumi – Bogor dalam sehari.
Waktu tempuh rata-rata untuk satu kali
perjalanannya adalah 2 jam 4 menit. Harga tiketnya mulai dari Rp50.000 untuk
kelas eksekutif dan Rp20.000 untuk kelas ekonomi.
Pesawat
Mau naik pesawat? Bandara terdekat dari
sini adalah Soekarno-Hatta Tangerang. Untuk menuju ke Kota Bogor, ada bus DAMRI
yang beroperasi setiap 20 menit. Jadwal pemberangkatan terakhirnya pukul 12
malam.
Pemberhentiannya tak jauh dari Terminal
Baranangsiang, yakni di shelter sebelah Mal Botani Square.
Tarif tiketnya Rp55.000 untuk AC biasa dan Rp75.000 untuk Royal Class.
3.
Transportasi dalam Kota untuk Wisata di Bogor
Untuk mengunjungi tempat wisata di Bogor
dan sekitarnya, ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh. Yakni dengan angkot,
becak, BRT, bus wisata, delman, mobil dan motor sewaan, ojek, atau taksi.
Angkot
Selain Kota Hujan, Kota Bogor juga dikenal
sebagai Kota Sejuta Angkot. Tak heran karena angkot memang bertebaran
dimana-mana di kota ini.
Meski sering menyebabkan kemacetan, tak
bisa dipungkiri bahwa angkot merupakan transportasi termudah yang bisa kamu
naiki. Tak hanya bisa dinaiki di terminal, kamu bisa naik sewaktu-waktu dari
pinggir jalan.
Angkot berwarna dominan hijau terang
digunakan untuk trayek dalam kota.
Warna garis di bagian bawahnya berbeda-beda tergantung rute yang dituju. Ada
juga nomor angkot yang menjadi penanda tujuan. Tarifnya standarnya Rp3.500
sampai Rp5.000 sekali jalan.
Untuk menuju daerah kabupaten seperti
kawasan wisata Bogor Puncak, angkot yang dipakai berwarna dominan biru tua.
Biasanya disertai keterangan tempat untuk memudahkan penumpangnya memilih rute angkot yang
diinginkan.
Becak
Bagi yang ingin berkeliling kota dengan
santai dan menikmati semilirnya angin, delman dan becak bisa jadi pilihan.
Akan tetapi, becak mungkin agak sulit
ditemukan. Selain karena dilarang melintasi jalan protokol, pemerintah setempat
juga sedang melakukan pengurangan becak per tahunnya.
Becak hanya boleh beroperasi di sekitar
kawasan wisata dan di pemukiman. Kalau kamu memang ingin menaikinya, coba deh
ke sekitar Pasar Anyar, Jembatan Merah, dan Surya Kencana yang tak terlalu jauh
dari Istana.
BRT Trans Pakuan
Kota Bogor juga memiliki Bus Rapid
Transit (BRT) Trans Pakuan untuk transportasi dalam kota hingga ke
daerah-daerah kabupaten. BRT ini hampir mirip dengan Trans Jakarta, namun tidak
memiliki jalur khusus.
Pusat pemberangkatan Trans Pakuan ada di
Cidangdiang yang tak jauh dari Baranangsiang. Hingga pertengahan 2017,
ada 4 rute utama yang dilayaninya.
Yakni menuju Bubulak, Ciawi, Mal Bellanova, dan Sentul City.
Tarifnya berbeda-beda per rute. Yaitu
Rp5.000 untuk rute Cidangdiang – Bubulak dan Ciawi, Rp6.000 Cidangdiang – Mal
Bellanova, dan Rp9.000 Cidangdiang – Sentul City.
Rute Cidangdiang – Ciawi cocok untuk kamu
yang ingin menuju ke tempat wisata di Bogor Puncak. Sedangkan rute Mal
Bellanova dan Sentul City bisa dipakai untuk yang ingin berwisata ke JungleLand
atau destinasi Sentul lainnya.
Bus Wisata Gratis
Selain transportasi umum dan pribadi, ada
juga bus pariwisata yang sengaja disediakan Pemerintah Bogor. Bus bernama Uncal ini mulai beroperasi 1 Januari 2017 lalu.
Uncal sendiri merupakan singkatan
dari Unforgettable City Tour at Loveable City. Sementara itu
dalam bahasa Sunda, uncal berarti rusa sudah menjadi ciri khas Istana Bogor.
Bus ini akan mengantarmu berkeliling
dengan rute melalui jalur sekitar Kebun Raya Bogor dengan titik
keberangkatannya dari Balaikota.
Nggak cuma sekedar diajak berkeliling,
akan ada juga pemandu yang siap menjelaskan sejarah gedung-gedung penting yang
kita lewati. Asiknya lagi, Uncal bisa dinaiki secara cuma-cuma alias gratis.
Delman
Delman dapat ditemui di sekitar kawasan Istana
dan Kantor Walikota. Tarifnya beragam mulai dari Rp30.000 – Rp50.000 sekali
jalan.
Mobil Sewa
Kalau ingin berkeliling dengan lebih
nyaman, ada penyewaan mobil dengan ongkos Rp300.000 – Rp600.000 per hari
termasuk bensin, tol, parkir, dan sopir.
Motor Sewa
Kamu juga bisa menyewa motor dengan tarif
Rp40.000 – Rp70.000 per hari. Biasanya, kamu perlu menjaminkan kartu identitas
asli.
Ojek
Kalau nggak bisa naik motor sendiri, kamu
bisa mengunjungi tempat wisata di Bogor dan sekitarnya dengan menggunakan ojek.
Ada ojek konvensional dan online dengan tarif beragam tergantung tujuan.
Taksi
Hanya ada sekitar 1.600-an taksi online
yang diizinkan beroperasi di sini. Kuotanya memang sengaja dibatasi agar
jalanan tidak bertambah padat.
Untuk taksi konvensional, jumlahnya malah
semakin sedikit. Mayoritas taksi konvensional di kota ini berasal dari Jakarta
dan memiliki plat B.
Tarif taksi sendiri beragam tergantung
jarak yang ditempuh. Namun umumnya memakai batas bawah Rp3.500/km dan
Rp6.000/km untuk batas atas.
Sumber : www.pikniek.com

Komentar
Posting Komentar